<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Penangkal petir &#124;Surindo Elektra</title>
	<atom:link href="http://surindoelektra.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surindoelektra.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 01:37:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Download Brochure</title>
		<link>http://surindoelektra.com/download-brosur/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/download-brosur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Download.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[PERMENAKER 02/1989 : Pengawasan Instalasi Penyalur Petir
ZEUS Products : Technical  Specification
ZEUS Product Brochure 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://surindoelektra.com/download/PERMENAKER%2002-1989.pdf">PERMENAKER 02/1989 : Pengawasan Instalasi Penyalur Petir</a><br />
<a href="http://surindoelektra.com/download/Tech%20Specs%20New.pdf">ZEUS Products : Technical  Specification</a><br />
<a href="http://surindoelektra.com/download/ZEUS%20Brochure%20LLR.pdf">ZEUS Product Brochure </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/download-brosur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DEFINISI PETIR (LIGHTNING)</title>
		<link>http://surindoelektra.com/definisi-petir-lightning/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/definisi-petir-lightning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 08:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lightning General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Petir
Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya terjadi melalui beberapa tahapan:
- pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan
- penumpukan muatan di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://surindoelektra.com/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-109" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/tipe-petir.gif?w=128&amp;h=95" alt="" width="128" height="95" /><strong>DEFINISI Petir</strong></a></p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/"><strong>Petir</strong> </a>terjadi akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listriknya terjadi melalui beberapa tahapan:</p>
<p>- pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan</p>
<p>- penumpukan muatan di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif.</p>
<p>- pada bagian dasar inilah petir biasanya terjadi.</p>
<p>Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa yang mempunyai perbedaaan medan listrik prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.</p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/">Petir </a>adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar.<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-110" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/pelepasan-muatan-petir-ke-tanah.png?w=209&amp;h=103" alt="" width="209" height="103" />Sedemikian besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah.</p>
<p>Ketika akumulasi muatan listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (eletric discharge) yang terjadi pun akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah Bumi. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter</p>
<p><strong>SIRKUIT LISRIK GLOBAL</strong></p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-113" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/sirkuit-listrik-global.gif?w=128&amp;h=90" alt="" width="128" height="90" />Dalam cuaca cerah, beda potensial, 200,000 sampai 500,000 Volts terdapat antara permukaan bumi dan ionosfir dengan arus sekitar 2×10-12 amperes/meter2. Beda potensial ini disebabkan oleh distribusi badai guntur di permukaan bumi.</p>
<p><strong>Penyebaran Muatan dalam Awan Petir</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-118" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/penyebaran-muatan.gif?w=300&amp;h=213" alt="" width="300" height="213" /></p>
<p><strong>Skema Struktur Muatan di Daerah Konvektif Badai Guntur</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-119" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/skema-muatan-badai-guntur.gif?w=300&amp;h=169" alt="" width="300" height="169" /></p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/"><strong>TIPE PETIR</strong></a></p>
<p>Tipe Petir yang paling umum terbagi atas:</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-119" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/cloud-to-ground.gif?w=139&amp;h=78" alt="" width="139" height="78" />1. Petir Awan ke Tanah (cloud-to-ground/CG)</p>
<p>Petir yang paling berbahaya dan merusak. Kebanyakan berasal dari pusat muatan yang lebih rendah dan mengalirkan muatan negatif ke tanah, walaupun kadang kadang bermuatan positif terutama pada musim dingin</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-121" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/intercloud.gif?w=140&amp;h=91" alt="" width="140" height="91" />2. Petir dalam Awan (Intracloud/IC)</p>
<p>Tipe yang paling umum terjadi antara pusat pusat muatan yang berlawanan pada awan yang sama. Biasanya kelihatan seperti cahaya yang menghambur, biasanya kelap kelip. Kadang kadang kilat keluar dari batas awan dan seperti saluran yang bercahaya pada beberapa mil terlihat seperti tipe CG</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-122" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/cloud-to-cloud.jpg?w=139&amp;h=91" alt="" width="139" height="91" />3.Petir Antar Awan (<em>Intercloud</em>/CC)</p>
<p>Terjadi antara pusat pusat muatan pada awan yang berbedaPelepasan muatan terjadi pada udara cerah antara awan awan tersebut<br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-123" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/cloud-to-air.gif?w=136&amp;h=91" alt="" width="136" height="91" />4. Petir Awan ke Udara (<em>cloud-to-sky</em>/CA)</p>
<p>Biasanya terjadi jika udara di sekitar awan ( +) berinteraksi dengan udara yang bermuatan ( – ).Jika ini terjadi pada awan bagian bawah maka merupakan kombinasi dengan petir tipe CG. Petir AC tampak seperti jari jari yang berasal dari petir CG</p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/">Tipe Petir berdasarkan muatannya:</a></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-124" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/petir-negatif.gif?w=131&amp;h=89" alt="" width="131" height="89" /><strong>1. PETIR NEGATIVE (-)</strong></p>
<p>Biasanya terjadi sambaran berulang ulang dan bercabang cabang</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-125" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/petir-positif.gif?w=130&amp;h=87" alt="" width="130" height="87" /><strong>2. PETIR POSITIVE (+)</strong></p>
<p>Biasanya terjadi hanya satu kali sambaran</p>
<p><strong>Tipe Petir Lainnya</strong></p>
<p>Ada banyak nama dan keterangan tipe dan bentuk petir. Beberapa adalah sub tipe dari ke empat tipe petir dan yang lainnya berdasarkan gambaran optik, bentuk tampilan dan mitos.</p>
<p>Beberapa tipe yang terkenal : ball lightning, heat lightning, bead lightning, sheet lightning, silent lightning, black lightning, ribbon lightning, colored lightning, tubular lightning, meandering lightning, cloud-to-air lightning, stratospheric lightning, red sprites, blue jets, and elves</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-126" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/ball-lightning.gif?w=135&amp;h=95" alt="" width="135" height="95" /><strong><em>BALL LIGHTNING</em>(PETIR BOLA)</strong>: Pelepasan muatan listrik electrical yang secara kasar berbentuk bola dan berdiameter sampai 10 meter serta terjadi bersama sama dengan badai guntur. Foto dokumentasinya jarang dan sering salah terka seolah olah seperti UFO</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-127" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/heat-lightning.gif?w=134&amp;h=88" alt="" width="134" height="88" /><strong><em>HEAT LIGHTNING<em> (PETIR PANAS)</em></em></strong><em><em><em><em>:</em></em></em></em>Terlihat di alam hari pada jika langit cerah. Awan Cb, cumulonimbus,(biasanya pada horizon atau pegunungan sekitarnya)tidak terlihat. Jenis sambaran bisa CC,CG atau IC.<br />
<em><em><em><em><img class="alignleft size-medium wp-image-128" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/sheet-lightning.gif?w=132&amp;h=91" alt="" width="132" height="91" /><strong><em>SHEET LIGHTNING</em>( PETIR YANG BERBENTUK SPREI TIPIS)</strong> </em></em></em></em>Awan yang terang dari cahaya petir berada diantara pengamat dan sambaran petir yang tidak terlihat. Sambaran berasal darai cc, cg, atau ic.</p>
<p><em><em><em><em><img class="alignleft size-medium wp-image-129" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/bead-lightning.gif?w=136&amp;h=93" alt="" width="136" height="93" /><strong><em>Bead Lightning</em> (Petir Manik Manik)</strong> I</em></em></em></em>ntensitas cahaya berubah ubah sepanjang saluran sehingga menyerupai kalung manik manik, juga dikenal sebagai petir gelang atau petir mutiara</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-130" src="http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/ribbon-lightning.gif?w=81&amp;h=127" alt="" width="81" height="127" /><strong><em>Ribbon Lightning</em></strong> Petir ini terjadi karena saluran petir bergerak kesamping akibat angin atau karena saluran yang berkelok. Sambaran petir yang berulang ulang memperlihatkan bahwa setiap sambaran berpindah jarak dari yang sebelumnya sehingga terlihat seperti pita.</p>
<p>sumber : Husni, Dipl.Seis, Drs. Muhammad;<em>Bahan Ajar Diklat Teknis Geofisika : Pengamatan Petir</em>;Pusdiklat BMG;2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/definisi-petir-lightning/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HISTORY AND MYSTERY OF LIGHTNING</title>
		<link>http://surindoelektra.com/history-and-mystery-of-lightning/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/history-and-mystery-of-lightning/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 08:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lightning General]]></category>

		<category><![CDATA[LIGHTNING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Science investigates the known, the unknown and the unknowable. Today, lightning research is divided into various disciplines, some of which are:
•	Atmospheric Physics and Electrostatics
•	Electrical Engineering
•	Climatology, including thunderstorm morphology and dynamics
•	Meteorology and other sub-sectors
From the beginning of written history, lightning has fascinated mankind. It was the magic fire from the sky that man captured and used [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Science investigates the known, the unknown and the unknowable. Today, lightning research is divided into various disciplines, some of which are:<br />
•	Atmospheric Physics and Electrostatics<br />
•	Electrical Engineering<br />
•	Climatology, including thunderstorm morphology and dynamics<br />
•	Meteorology and other sub-sectors<br />
From the beginning of written history, lightning has fascinated mankind. It was the magic fire from the sky that man captured and used to keep warm at night . It kept the savage animals away. As primitive man sought answers about the natural world, lightning became a part of his superstitions, his myths and his early religions.<br />
Early Greeks believed that lightning was a weapon of Zeus. Thunderbolts were invented by Minerva the goddess of wisdom. Since lightning was a manifestation of the gods, any spot struck by lightning was regarded as sacred. Greek and Roman temples often were erected at these sites, where the gods were worshipped in an attempt to appease them. The Moslems also attributed lightning and thunder to their god. The Koran says &#8220;He it is who showeth you lightning and launches the thunderbolts.&#8221;<br />
Scandinavian mythology alludes to Thor, the thunderer, who was the foe of all demons. Thor tossed lightning bolts at his enemies. Thor also gave us Thurs-day.<br />
In the pantheistic Hindu religion, Indra was the god of heaven, lightning, rain, storms and thunder. The Maruts used the thunderbolts as weapons. Umpundulo is the lightning bird-god of the Bantu tribesmen in Africa. Even today their medicine men go out in storms and bid the lightning to strike far away.<br />
The Navajo Indians hold that lightning has great power in their healing rituals. Sand paintings show the lightning bolt as a wink in the Thunderbird&#8217;s eye. Lightning is associated with wind, rain and crop growth.<br />
As late as the early 1800s in Russia, when rain was wanted, three men climbed a tree. One would knock two firebrands together; the sparks imitating lightning. Another one would pour water over twigs, imitating rain. A third would bang on a kettle to attract the thunder. And throughout early Europe, church bell ringers would make as much noise as possible, hoping to scare away the storms from these holy dwellings which were struck frequently by lightning.<br />
During the Napoleonic wars, more than 220 British tall ships were damaged&#8211;not by the French, but by lightning. The solution, of course, was to install lightning rods. But since that device had been invented by a &#8220;rebel colonist&#8221; named Benjamin Franklin,<br />
His Majesty&#8217;s Navy steadfastly refused. It took until the 1830&#8217;s before the admiralty finally saw the light and forgot about old colonial rebellions.<br />
Even Santa Klaus gets into the act with his reindeer Donner (thunder) and Blitzen (lightning).<br />
Early superstitions were observed as Cause and Effect, which now has been fancified as science. Socrates said, &#8220;that&#8217;s not Zeus up there, it&#8217;s a vortex of air.&#8221; Genghis Kahn forbade his subjects from washing garments or bathing in running water during a storm. Thales, the Greek philosopher, in 600 BC, rubbed a piece of amber with a dry cloth and noted that it would then attract feathers and straw. William Gilbert, court healer to Queen Elizabeth, in the late 1500s, also used amber to duplicate the earlier experiments. He named this via electrica, after electra which is Greek for amber. He didn&#8217;t know it, but he was demonstrating static electricity.<br />
Lightning is a big spark&#8230;static electricity on a giant scale. Machines for creating static electricity were invented&#8230;the Leyden jar was like a thermos bottle which stored volts. Friction machines could charge the jars and electricity could be carried around and demonstrated. &#8220;Electric magic&#8221; was in great demand at the royal courts of Europe as entertainment. The parlor tricks amused and fascinated people.<br />
Science was in its infancy during these times. Sir Isaac Newton had proposed that basic mathematical laws were the foundation for understanding the forces of nature. With &#8220;electric magic&#8221; there was insufficient experimental investigation to explain its behavior. In 1746, Dr. Spence from Scotland came to Philadelphia. He demonstrated some &#8220;electric magic&#8221; to an audience which included the local postmaster, Benjamin Franklin. Franklin was curiosity personified. At age eight he left the Boston Grammar School, ending his formal studies but only beginning a lifetime of learning. He was endowed with a strong urge to investigate his world and a great deal of self-discipline. Franklin invented bifocal glasses and the Franklin stove. He was an expert swimmer, a vegetarian, multi-lingual, and a publisher. His Poor Richard&#8217;s Almanac sold 10,000 copies a year in the colonies.<br />
At age 42, Franklin sold his Philadelphia printing business and became involved in social experiments like the American Revolutionary War and the Declaration of Independence. He dabbled with the electric Leyden Jar and pondered questions such as, &#8220;how many small electric jars would kill a chicken? How many large jars for a turkey? Why did an electrocuted turkey taste better than a conventionally-killed bird? What is lightning? Why is it burning down churches? Can it be captured to a Leyden jar? Can it be captured to earth safely?&#8230;&#8221; Then came his kite and key experiments in 1752-53 and Franklin&#8217;s deduction that lightning was electricity.<br />
This was followed by his lightning rod invention, its duplication in France and its use throughout Europe. Franklin was a celebrated figure in his time. He has been called America&#8217;s patron saint of common sense. Perhaps, had he not been close to the French Royal Court, and been able to influence France to finance the American Revolutionary War, we might still be a colony of England!<br />
Recently some scientists have concluded that lightning may have played a part in the evolution of living organisms. Nobel prize winning chemist Harold Urey proposed that the earth&#8217;s early atmosphere consisted of ammonia, hydrogen, methane, and water vapor. One of his students, Stanley Miller, used an electric spark to duplicate lightning and introduced it into the chemical brew. He was careful to excluded any living organisms from the experiment. At the end of a week, he examined the mixture and found it contained newly-formed amino acids, the very building blocks of protein. Did lightning play a role in creating life itself? Science now is pushing the envelope of lightning&#8217;s secrets. More has been learned about this transient phenomenon in the past decade than in the preceding 250 years since Franklin&#8217;s &#8220;kites and keys&#8221; experiments. Stay tuned&#8230;<br />
________________________________________<br />
Most of the above was adapted from Viemeister, P.: 1961, The Lightning Book, MIT Press, Cambridge MA. (Worth buying your own copy.) See also Martin Uman&#8217;s several books on lightning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/history-and-mystery-of-lightning/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS MENGHINDARI SAMBARAN PETIR</title>
		<link>http://surindoelektra.com/tips-menghindari-sambaran-petir/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/tips-menghindari-sambaran-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 10:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lightning Protection Tips]]></category>

		<category><![CDATA[penangkal petir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[1.Jika Anda melihat kilat atau mendengar gelegar guruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan   penangkal petir atau mendekatlah ke mobil atau truk. Lebih aman lagi jika mengamankan diri ketika melihat tanda hari akan hujan. Ingat biasanya hujan didahului oleh kilat dan petir.
2.Pakailah sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.Jika Anda melihat kilat atau mendengar gelegar guruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan  <strong> </strong><a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">penangkal petir</a><strong> </strong>atau mendekatlah ke mobil atau truk. Lebih aman lagi jika mengamankan diri ketika melihat tanda hari akan hujan. Ingat biasanya hujan didahului oleh kilat dan petir.</p>
<p>2.Pakailah sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai kaos kaki yang kering. Ini sebagai upaya memisahkan tubuh dari tanah.</p>
<p>3.Jika berada di luar rumah hindari area terbuka, tempat ketinggian, berada di lokasi yang berair, di bawah pohon yang tinggi dan benda logam yang menjulang tinggi.</p>
<p>4.Jika tempat berlindung tidak diperoleh, Anda harus jongkok tapi hindarkan tangan Anda menyentuh tanah dan jangan berbaring, karena akan memudahkan penyaluran tenaga petir ke tanah.</p>
<p>5.Jika berada dalam ruangan, hindarilah dekat pintu, jendela dan tempat yang berair.</p>
<p>6.Jangan berdiri bergerombol dengan orang lain bila Anda berada di luar ruangan. Buatlah jarak antar orang sekitar 5 (lima ) meter.</p>
<p>7.Barang-barang elektronik seperti televisi, radio, komputer dll sebaiknya dimatikan dan cabut kabel power dari stop kontak listrik. Jika peralatan elektronik tersebut tidak memungkinkan dicabut seperti halnya telepon, menjauhlah dari padanya.</p>
<p>8.Begitu pula jika membawa HT, HP dan radio, matikan segera. Pisahkan antena dari bodi untuk mengurangi rangsangan petir menyambar.</p>
<p>9.Jika ada korban terkena sambaran <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/" target="_self">petir</a>, tangani dengan hati-hati dan jangan dibawa bersama barang yang bermuatan listrik agar tidak kembali disambar petir.</p>
<p>10.Jika tidak mendesak, mandi pun sebaiknya ditunda dulu, terutama pada saat hujan <a title="PENANGKAL PETIR" href="http://surindoelektra.com/penangkal-petir-haruslah-sebaik-mungkin/" target="_self">petir</a>. Sebab, kejutan petir bisa mengalir melalui kran dan pipa air yang terbuat dari logam.</p>
<p>11.Akan lebih baik, jika ada pohon di dekat rumah sebagai perisai, sehingga jika  <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/" target="_self">petir </a>menyambar, maka  pohon itu yang akan kena.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/tips-menghindari-sambaran-petir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PENANGKAL PETIR : HARUSLAH SEBAIK MUNGKIN</title>
		<link>http://surindoelektra.com/penangkal-petir-haruslah-sebaik-mungkin/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/penangkal-petir-haruslah-sebaik-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 03:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lightning Protection Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Petir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[petir merupakan peristiwa alamiah atau fenomena alam yang paling kuat yang tidak bisa dicegah dan dihindarkan, dan bisa menghancurkan.  petir membawa serta pengaliran arus listrik yang sangat besar dalam waktu singkat dan sangat berbahaya, karena dapat mencapai ribuan ampere sampai 200.000 ampere atau sama dengan daya untuk menyalakan 500 ribu lampu 100W.
Dentuman petir yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">petir</a><strong> </strong>merupakan peristiwa alamiah atau fenomena alam yang paling kuat yang tidak bisa dicegah dan dihindarkan, dan bisa menghancurkan.  <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">petir</a><strong> </strong>membawa serta pengaliran arus listrik yang sangat besar dalam waktu singkat dan sangat berbahaya, karena dapat mencapai ribuan ampere sampai 200.000 ampere atau sama dengan daya untuk menyalakan 500 ribu lampu 100W.</p>
<p>Dentuman petir yang menggelegar disertai kilatan-kilatan yang terus menyambar membuat suasana mencekam. Kaca-kaca rumah dan kantor bergetar. Sambaran petir dan kilat, dengan intensitas terjadi cukup tinggi itu, mampu memberikan warna terang-benderang di tengah suasana mendung tebal yang menghitam saat petir menyambar-nyambar.</p>
<p>Sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar bunyi yang kemudian biasa kita sebut: geluduk, guntur, atau halilintar.<span id="more-117"></span></p>
<p>Dalam musim penghujan seperti saat inilah awan-awan jenis ini banyak terbentuk.</p>
<p>Menurut batasan fisika, <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/" target="_self">petir</a> adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.</p>
<p>Meskipun arus  <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">petir</a><strong> </strong>hanya sesaat kira-kira selama 200 micro-detik tapi kerusakan yang ditimbulkan sangat luar biasa. Efek dari serangan langsung sangat jelas terlihat, mulai dari kerusakan bangunan, kebakaran sampai bahaya kematian bagi manusia.</p>
<p>Petir terjadi karena adanya benturan antara awan yang bermuatan listrik positif di udara. Kilatan cahaya petir yang mengandung arus listrik sangat kuat tersebut dapat merusak bangunan ataupun peralatan elektronik.</p>
<p>Meskipun kilatan petir jatuh didaerah yang agak jauh misalnya 1 km dari kantor anda, arus listrik imbasannya tetap mengalir pada berbagai kabel tembaga seperti kawat penghantar listrik PLN dan kabel telepon. Arus imbas ini meskipun lebih kecil akan tetapi tetap memiliki kemampuan merusak peralatan elektronik anda seperti modem, telepon faximile ataupun komputer dan peralatan jaringan komputer.</p>
<p>Di lain kesempatan, ketika akumulasi muatan listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (eletric discharge) yang terjadi pun akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah Bumi. Penghubung yang ‘digemari’, merujuk Hukum Faraday, tak lain adalah bangunan, pohon, atau tiang-tiang metal berujung lancip.</p>
<p>Memang belum pernah ada ilmuwan yang pernah menekuni langsung bagaimana terjadinya fenomena alam ini. Namun, mereka menduga hingga lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, ada beberapa tahapan yang biasanya dilalui. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada bagian bawah inilah petir biasa berlontaran.</p>
<p>Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup!</p>
<p>Akibat kondisi tertentu, Bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis, bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan jika pada suatu luasan tertentu terjadi pengkonsentrasian listrik bermuatan positif. Apakah itu di bawah bangunan atau pohon. Ketika beda muatan antara dasar awan dengan ujung bangunan/pohon sudah mencapai batas tertentu, akan menjadi suatu kejadian lumrah jika kemudian terjadi perpindahan listrik. Maka secara fisik kita akan melihatnya sebagai petir menyambar bangunan atau pohon. Muatan yang begitu besar selanjutnya akan segera menyebar ke seluruh bagian bangunan/pohon, untuk kemudian menjalar ke tanah dan ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah.</p>
<p>Kondisi seperti itu sudah pasti amat berbahaya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sambarannya tak terlampau kuat, korbannya paling hanya mengalami cidera dan/atau shock. Namun jika serangannya kuat, korbannya akan tewas seketika karena selain terbakar ia akan menjadi ‘penghantar’ listrik yang besarnya mencapai ribuan volt.</p>
<p>Daerah Rawan Petir :</p>
<p>Daerah-daerah yang terletak di sekitar garis ekuator (tropis), biasanya merupakan daerah yang rawan petir karena adanya konveksi yang kuat. Terjadi petir di Indonesia dengan intensitas yang sangat tinggi di saat hujan deras, melanda beberapa kawasan.</p>
<p>Bogor dan Kalteng merupakan daerah paling rawan terhadap sambaran petir, dan masuk dalam ring I yaitu daerah yang sangat berpotensi terjadinya petir. Jumlah ground flash density atau kepadatan sambaran petir ke tanah di kota ‘hujan’ misalnya, bisa mencapai 15 sambaran per tahun per kilometer persegi (Km2).</p>
<p>Cuaca di atas wilayah Kalteng sendiri sangat berpotensi menimbulkan petir, dengan nilai frekuensi kejadian petir sebesar 75 persen. Sedang daerah lain yang termasuk rawan terhadap petir, yakni Kalsel, Jakarta, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Namun frekuensi kejadian petir sebesar 50 persen.</p>
<p>Penyebab :</p>
<p>·	Petir terjadi karena adanya pergerakan udara yang naik dan turun, sehingga titik-titik air bergesekan dengan partikel di awan. Gesekan itu menimbulkan perbedaan tegangan positif dan negatif yang terkumpul dalam awan, dan akhirnya menimbulkan kilatan dan petir. Musim petir ini sering terjadi pada saat pancaroba.<br />
·	Di alam sekitar kita, petir biasa terjadi pada awan yang tengah membesar menuju awan badai (Cumulonimbus).</p>
<p>Tanda-tanda :</p>
<p>·	Tanda-tanda timbulnya petir dicirikan dengan adanya gumpalan awan comulunimbus (CB), yaitu awan hitam yang menjulang tinggi. Selain membuat angin kencang dan hujan deras, awan CB juga bisa menimbulkan petir.<br />
·	Sambaran petir dengan suara bergemuruh itu terjadi dalam waktu berdekatan. Petir bisa terjadi bila dalam sepekan terakhir suatu wilayah diguyur hujan setiap hari, khususnya pada petang hingga malam hari, maka akan berkemungkinan diikuti dengan sambaran petir dengan skala kuantitas tinggi.</p>
<p>Dampak :</p>
<p>·	Petir yang menyambar objek di permukaan bumi berupa bangunan, instalasi, pepohonan dan orang yang berada di tempat terbuka dapat menyebabkan sejumlah kerusakan dan bahkan mengancam jiwa manusia.<br />
·	Kerusakan mekanik, kebakaran atau pemanasan berlebih, menimbulkan penaikan tegangan pentanahan yang mematikan dan kebakaran.<br />
·	Pengaliran arus tinggi menimbulkan induksi medan elektro-magnetik yang menyebabkan kerusakan peralatan telekomunikasi seperti komputer dan elektronik lainnya. Pesawat telepon pun langsung tidak berfungsi.<br />
·	Petir merupakan bencana atau musibah yang secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan luka bakar, cedera atau kematian, terbakarnya tangki minyak/gas, terbakarnya bangunan, instalasi proses kimia, bangunan, hutan dan bahkan gangguan sistem tenaga listrik.</p>
<p>Antisipasi :</p>
<p>Selain itu pada saat petir menyambar akan ada loncatan muatan listrik ke benda yang bersifat konduktor disekitar pusat hantaman. Loncatan ini bahkan bisa mengalir kemana-mana hingga puluhan kilometer.</p>
<p>Untuk hal tersebut diatas diperlukan sistem penangkal petir yang sangat handal terutama untuk agar perangkat jaringan kita beroperasi dengan aman.</p>
<p>Memperhatikan bahaya yang diakibatkan sambaran petir di atas, maka sistem proteksi petir harus mampu melindungi perangkat dari bahaya sambaran langsung (external protection) dan sambaran petir tidak langsung (internal protection) serta penyediaan sistem grounding yang memadai serta terintegrasi dengan baik. Hingga dewasa ini belum ada satupun sistem yang dapat melindungi 100% dari bahaya petir. Tapi, walaupun begitu, usaha proteksi tetap diperlukan.</p>
<p>·	Bila ada tanda-tanda terjadinya petir, segera lepas kabel power perlengkapan elektronik (seperti TV, computer dan telepon) sehingga tidak lagi tersambung dengan jaringan listrik.<br />
·	Hati-hati, meskipun tidak dinyalakan, tapi kalau kabel peralatan elektronik itu masih berhubungan dengan arus listrik, masih ada kemungkinan turut disambar petir.<br />
·	Bila kehujanan jangan berada di daerah yang terbuka. Tanpa ada bangunan yang lebih tinggi dari ukuran orang itu, ia dapat menjadi sasaran sambaran petir.<br />
·	Jangan berteduh di bawah pohon yang cukup tinggi</p>
<p>Meskipun petir merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah, dengan perkembangan ilmu pengetahuan keganasan petir bisa disalurkan, bahkan terus dipelajari sebagai sebuah kekuatan energi.</p>
<p>Prinsip Proteksi Petir :</p>
<p>·	Anti petir harus dapat menyalurkan Petir. Luncuran petir yang telah ditangkap disalurkan ke tanah/arde secara aman tanpa mengakibatkan terjadinya loncatan listrik (imbasan) ke perangkat.<br />
·	Sistem grounding atau arde harus sebaik mungkin (maksimum tahanan tanah 5 ohm, Tegangan netral maksimum 3V dan tegangan fasa mendekati tegangan aslinya, misal 220 V). Hal ini harus tercapai agar arus petir yang turun dapat sepenuhnya diserap oleh tanah dan menghindari terjadinya step potensial.</p>
<p>Penanggulangan Petir pada Jaringan</p>
<p>Kemajuan teknologi sebenarnya telah memungkinkan cara-cara pengendalian arus listrik yang begitu besar dari langit itu. Yakni, dengan penangkal petir dimana arus listrik yang begitu besar ditangkap sebuah atau sejumlah pucuk tembaga runcing lalu dialirkan lewat ‘jalan tol’ berupa kawat tembaga yang terpasang di sisi bangunan dan langsung dibawa menuju air tanah.</p>
<p>Menurut penelitian, daerah serbuan petir sendiri tak selamanya merupakan daerah yang dinaungi awan-awan besar. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa suatu daerah pernah mendapat sambaran petir hebat meski langit di atasnya bersih dari awan. Contoh paling ekstrim yang pernah dicatat terjadi di Hereford, Inggris. Suatu ketika sebuah petir kuat menyerbu sebuah gedung setelah petir ini menempuh perjalanan sekitar lima mil dari ‘pusatnya’. Dari kejauhan sejumlah saksi melihatnya sebagai pemandangan yang begitu indah sekaligus mengerikan. (Handbook of Unusual Natural Phenomena, 1986).</p>
<p>Itu sebabnya di musim hujan kita lebih baik tak usah bermain-main di wilayah terbuka atau bernaung di bawah pohon pada saat hujan. Ini semata-mata untuk menghindar dari kemungkinan yang tak diinginkan. Sebab, kita tak pernah bisa menduga apakah tanah yang sedang kita pijak telah berpotensi menjadi penarik petir atau tidak.</p>
<p>Jenis-jenis Anti Petir, Cara Membuat Arde/Grounding dan Cara Memasang Anti Petir juga harus kita perhatikan. Perhatikan berbagai aturan standar skema pemasangan anti petir untuk modem, gronding dan perlengkapan lainnya. Instalasi perkabelan harus didesain dan disusun serapi mungkin agar tidak berantakan, dan saling tumpang tindih antara kabel kotor dan kabel bersih.</p>
<p>1.	Susunlah sistem perkabelan serapi mungkin. Pisahkan antara kabel bersih dan kabel kotor. Kabel bersih adalah kabel yang tidak beresiko kena petir, seperti kabel dalam ruangan atau kabel yang sudah diproteksi perangkat anti petir. Sedangkan kabel kotor adalah kabel yang beresiko kena petir, seperti kabel dari luar.<br />
2.	Pasang perangkat anti petir yang sudah teruji pada perangkat jaringan anda.<br />
3.	Buatlah grounding atau arde yang bagus untuk perangkat anti petir anda. Anda dapat menyuruh tukang listrik atau grounding untuk membuat grounding atau berkonsultasi terhadap ahli grounding.<br />
4.	Pastikan sistem kabel listrik di rumah anda menggunakan kabel 3. Satu kabel adalah untuk hubungan ke grounding.<br />
5.	Buatlah lokasi pipa grounding / arde dekat dengan lokasi perangkat yang akan diproteksi, sehingga kabel grounding yang akan ditarik tidak terlalu panjang.</p>
<p>Sumber : Banjarmasin Post, Media Indonesia dan Buletin.Melsa.Net.Id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/penangkal-petir-haruslah-sebaik-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip kerja penangkal petir</title>
		<link>http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 10:17:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Article]]></category>

		<category><![CDATA[Lightning Protection]]></category>

		<category><![CDATA[penangkal petir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip kerja penangkal petir
Prinsip kerja penangkal petir adalah mengumpulkan muatan sebanyak mungkin di ujung penagkal petir sehingga tercipta medan listrik. Medan listrik ini selanjutnya akan mempolarisasi udara sekitarnya sehingga udara menjadi bermuatan listrik. Udara yang bermuatan listrik ini selanjutnya akan menetralkan muatan listrik yang ada di awan sehingga mencegah terjadinya petir.
Macam Alat penangkal petirantara lain:
1. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #000000;">Prinsip kerja penangkal petir</span></strong></p>
<p>Prinsip kerja<strong> </strong><a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">penangkal petir</a><strong> </strong>adalah mengumpulkan muatan sebanyak mungkin di ujung penagkal petir sehingga tercipta medan listrik. Medan listrik ini selanjutnya akan mempolarisasi udara sekitarnya sehingga udara menjadi bermuatan listrik. Udara yang bermuatan listrik ini selanjutnya akan menetralkan muatan listrik yang ada di awan sehingga mencegah terjadinya petir.</p>
<p>Macam Alat <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">penangkal petir</a>antara lain:<br />
1. <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">Penangkal petir</a> Konvensional ( Sistem Faraday)<br />
2. <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">Penangkal petir</a> Radioaktif<br />
3. <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">Penangkal petir</a> Sistem Elektrostatik dan Membran.</p>
<p>Kenapa pada ujung <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">penangkal petir</a> dibuat runcing?<br />
Alasan ujung <a title="penangkal petir" href="http://surindoelektra.com/">penangkal petir</a> dibuat runcing adalah agar muatan yang terkumpul pada ujung penangkal petir sebanyak mungkin sehingga menghasilkan medan magnet yang sangat kuat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/prinsip-kerja-penangkal-petir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PT Surindo Elektra Sentosa</title>
		<link>http://surindoelektra.com/pt-surindo-elektra-sentosa/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/pt-surindo-elektra-sentosa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SITE MAP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[PT Surindo Elektra Sentosa  (SES) merupakan suatu perusahaan swasta Indonesia, yang didirikan untuk  melayani dunia industri dan masyarakat dengan produk-produk dan pelayanan  yang “bernilai-tambah terbaik”, meliputi alat-alat sistem  proteksi petir atau penangkal petir, genset, UPS, produk-produk mekanikal  dan elektrikal lainnya serta alat kesehatan.
Sebagai langkah awal, kami  sangat bangga karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="surindo" href="http://surindoelektra.com/gambar/Logo%20PT2.JPG"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-79" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="logo-pt-surindo-elektra-sentosa3" src="http://surindoelektra.com/gambar/Logo%20PT2.JPG" alt="" width="80" height="80" /></a><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><strong><span style="color: #0000ff;">PT Surindo Elektra Sentosa  (SES)</span></strong> merupakan suatu perusahaan swasta Indonesia, yang didirikan untuk  melayani dunia industri dan masyarakat dengan produk-produk dan pelayanan  yang <strong>“bernilai-tambah terbaik”</strong>, meliputi alat-alat sistem  proteksi petir atau penangkal petir, genset, UPS, produk-produk mekanikal  dan elektrikal lainnya serta alat kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sebagai langkah awal, kami  sangat bangga karena telah memperoleh kepercayaan sebagai Exclusive  Distributor untuk area Timur atas produk penangkal  petir terbaik  bagi daerah tropis dengan merk ZEUS, yang terdiri dari produk proteksi  petir eksternal (sambaran langsung) dan juga produk proteksi petir internal  (sambaran tak langsung atau surja). </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Kami yakin bisa memberikan  “nilai-tambah terbaik” buat Anda, bukan hanya produk atau unit alat  itu semata-mata, melainkan juga termasuk desain, instalasi dan perawatannya.</span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Pada tahap berikut, kami siap  menyuplai produk-produk terkait lainnya seperti genset, panel listrik,  UPS dan lain-lain, untuk memenuhi kebutuhan Anda dengan lini produk  yang lengkap di bidang mekanikal, elektrikal dan kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Dengan senang hati kami siap  melayani permintaan dan pertanyaan Anda. Silahkan hubungi kami untuk  mendapatkan CD Presentasi atau CD Perusahaan kami, katalog produk, kunjungan  ke lokasi, konsultasi gratis dan penawaran terbaik kami.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/pt-surindo-elektra-sentosa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lightning Protection</title>
		<link>http://surindoelektra.com/lightning-protection/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/lightning-protection/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SITE MAP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[GROUNDING AND BONDING
Prima Equipotential Bonding Bar (PEB)
For main equipotential bonding, comb shaped terminal with 7 contact tabs.

Prima Isolating Spark Gap
For lightning protection equipotential bonding and for installation in communication / signaling system.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GROUNDING AND BONDING</p>
<p>Prima Equipotential Bonding Bar (PEB)<br />
For main equipotential bonding, comb shaped terminal with 7 contact tabs.</p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/wp-content/uploads/2009/06/prima-equipotential1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-26" title="prima-equipotential1" src="http://surindoelektra.com/gambar/PEB.jpg" alt="" width="408" height="82" /></a></p>
<p>Prima Isolating Spark Gap</p>
<p>For lightning protection equipotential bonding and for installation in communication / signaling system.</p>
<p><a href="http://surindoelektra.com/wp-content/uploads/2009/06/prima-isolating-spark-gap.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-27" title="prima-isolating-spark-gap" src="http://surindoelektra.com/wp-content/uploads/2009/06/prima-isolating-spark-gap.jpg" alt="" width="500" height="93" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/lightning-protection/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GENSET</title>
		<link>http://surindoelektra.com/genset/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/genset/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SITE MAP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Ranging from 10 to over 2,200 kVA we provide one of the most comprehensive  range of diesel fuelled generator sets








FG Wilson Series

350 to 750 kVA
FG Wilson provides the following ranges of Diesel Generator set models typically used for power in factories, office buildings, telecommunications industry, hospitals, airports and the rental market


Download Brosur
300-450 kVA
550-700 kVA
6200 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ranging from 10 to over 2,200 kVA we provide one of the most comprehensive  range of diesel fuelled generator sets</p>
<table style="height: 104px;" border="1" cellspacing="2" cellpadding="1" width="785">
<tbody>
<tr>
<td id="imgLeft" width="5"><img src="http://www.fgwilson.com/menus/19/65/186445/7/1200921656745/450_750_banner.jpg" alt="" width="250" height="142" /></td>
<td class="banner">
<div id="outer">
<div id="inner">
<div id="title">
<pre><span><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000099;"><strong>FG Wilson Series</strong></span></strong></span></pre>
</div>
<div><strong><span style="color: #0000ff;">350 to 750 kVA</span></strong></div>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">FG Wilson provides the following ranges of Diesel Generator set models typically used for power in factories, office buildings, telecommunications industry, hospitals, airports and the rental market</span></strong></div>
</div>
</td>
<td id="imgRight" width="150"><strong><span style="color: #ff00ff;">Download Brosur</span></strong><br />
<a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/300-450_kVA_Range_Enclosure.pdf">300-450 kVA</a></p>
<p><a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/550-700_kVA_Range_Enclosure.pdf">550-700 kVA</a></p>
<p><a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/6200_Series.pdf">6200 Series</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="height: 104px;" border="1" cellspacing="2" cellpadding="1" width="785">
<tbody>
<tr>
<td id="imgLeft" width="5"><img src="http://nawataonline.com/images/pram.jpg" alt="" width="250" height="170" /></td>
<td class="banner">
<div id="outer">
<div id="inner">
<div id="title">
<pre><span><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000099;"><strong>PRAMAC's Series</strong></span></strong></span></pre>
</div>
<div><strong></strong></div>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">NRG Power Engineering offers a wide range of standard and customized generators, from 15 to 2.600 kVA, guaranteed by PRAMAC&#8217;s high design and production capabilities. </span></strong></div>
</div>
</td>
<td id="imgRight" width="150"><strong><span style="color: #ff00ff;">Download Brosur</span></strong></p>
<pre><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000099;"><span style="color: #999999;"><a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/pramac/GBW15-20%20Open%20set%20-%20Army%20Project%20%28wih%20Stamford%20Alternator%29.pdf" target="_blank">GBW15-20 Open set </a>
<a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/pramac/GBW15-20%20Soundproof%20-%20Army%20Project%20%28with%20Stamford%20Alternator.pdf" target="_blank">GBW15-20 Soundproof </a>
<a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/pramac/PC_GBW30%20%28Perkins%29%20Open%20set_10-2005_Grameen%20Phone.pdf" target="_blank">PC_GBW30 (Perkins) </a>
<a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/pramac/PC_GSL20-40%20%28Deutz%29%20Soundproof%20Rev%5B1%5D.00_05-2005_EN.pdf" target="_blank">PC_GSL20-40  </a></span></span></pre>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="height: 104px;" border="1" cellspacing="2" cellpadding="1" width="785">
<tbody>
<tr>
<td id="imgLeft" width="5"><img src="http://nawataonline.com/images/sprwatt2.jpg" alt="" width="250" height="192" /></td>
<td class="banner">
<div id="outer">
<div id="inner">
<div id="title">
<pre><span><strong><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000099;"><strong>Euro Generator Power Series</strong></span></strong></span></pre>
</div>
<p><strong><span style="color: #0000ff;"> Diesel Generator set models typically used for power in factories, office buildings, telecommunications industry, hospitals, airports and the rental market from </span></strong><strong><span style="color: #0000ff;">Euro Generator product </span></strong></div>
</div>
</td>
<td id="imgRight" width="150"><strong><span style="color: #ff00ff;">Download Brosur</span></strong><br />
<a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/300-450_kVA_Range_Enclosure.pdf">300-450 kVA</a></p>
<p><a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/550-700_kVA_Range_Enclosure.pdf">550-700 kVA</a></p>
<p><a href="http://nawataonline.com/pdf/diesel%20genset/FG%20wilson/6200_Series.pdf">6200 Series</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/genset/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blok Minyak Chevron di Sumatera Kesambar Petir</title>
		<link>http://surindoelektra.com/blok-minyak-chevron-di-sumatera-kesambar-petir/</link>
		<comments>http://surindoelektra.com/blok-minyak-chevron-di-sumatera-kesambar-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 04:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sucipto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lightning News]]></category>

		<category><![CDATA[Petir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surindoelektra.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[  
Jakarta - Lapangan migas Chevron di Sumatera tersambar petir hingga mengakibatkan gangguan listrik. Akibatnya, produksi dari lapangan Minas turun 40.000 barel per hari.

Corporate Communications Manager Chevron Indonesia Santi Manuhutu dalam keterangannya, Jumat (6/6/2008) menjelaskan, gangguan listrik ini terjadi pada Kamis (5/6/2008). &#8220;Chevron mengakui adanya sambaran petir di lokasi operasi di Sumatera pada 5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:DoNotShowRevisions /> <w:DoNotPrintRevisions /> <w:DoNotShowMarkup /> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Batang; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:??; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:??; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@Batang"; 	panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:129; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Batang; 	mso-fareast-language:KO;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><strong><span style="font-family: Arial; color: #181818;">Jakarta</span></strong><span style="font-family: Arial; color: #181818;"> - Lapangan migas Chevron di Sumatera tersambar </span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Arial; color: black;"><a title="Petir" href="http://surindoelektra.com/" target="_blank">petir</a></span></span><span style="font-family: Arial; color: #181818;"> hingga mengakibatkan gangguan listrik. Akibatnya, produksi dari lapangan Minas turun 40.000 barel per hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"><br />
Corporate Communications Manager Chevron Indonesia Santi Manuhutu dalam keterangannya, Jumat (</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">6/6/2008</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">) menjelaskan, gangguan listrik ini terjadi pada Kamis (</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">5/6/2008</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">).<span> </span>&#8220;Chevron mengakui adanya sambaran </span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Arial; color: black;"><a title="Petir" href="http://surindoelektra.com/" target="_blank">petir</a></span></span><span style="font-family: Arial; color: #181818;"> di lokasi operasi di Sumatera pada 5 Juni yang mengenai fasilitas listrik kami sehingga berdampak pada operasi,&#8221; katanya.</span><span id="more-63"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"><br />
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, semua pekerja dan kontraktor selamat.</p>
<p>Tak hanya lapangan Minas, kejadian ini sempat mengakibatkan berkurangnya pasokan listrik di beberapa lapangan lainnya seperti Kotabatak, Petapahan, Menggala, </span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">South  Balam</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">, Banko, Bekasap (semua yang berlokasi di Rokan PSC) dan BOB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"><br />
Deputi Operasional BP Migas Dodi Hidayat menyatakan, </span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Arial; color: black;"><a title="Petir" href="http://surindoelektra.com/" target="_blank">petir</a></span></span><span style="font-family: Arial; color: #181818;"> telah menyambar fasilitas trafo listrik di Minas pada pukul 4.58 Kamis dini hari. &#8220;CPI MInas kena petir di fasilitas trafo listrik pukul 4.58 AM dan berakibat 40% produksi Minas turun 40.000 BOPD loss,&#8221; katanya dalam pesan singkat ke wartawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"></p>
<p><strong><span style="font-family: Arial;">Sudah Pulih</span></strong><strong><span style="font-weight: normal; font-family: Arial;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"><br />
Santi menambahkan, mulai hari ini (</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">6/6/2008</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">), masalah listrik ini sudah bisa tertangani dan pasokan listrik sudah berjalan kembali.<span> </span>&#8220;Mulai 6 Juni kami sudah bisa mensupply listrik ke lapangan dan BOB kami,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; text-align: justify; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"><span style="font-family: Arial; color: #181818;"><br />
Lapangan operasi Chevron di Sumatera merupakan produsen minyak terbesar di </span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">Indonesia</span><span style="font-family: Arial; color: #181818;">. <strong>( lih / ir )</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surindoelektra.com/blok-minyak-chevron-di-sumatera-kesambar-petir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
